Waktu Yang Tepat Untuk Mengatakan Cinta Kepada Wanita



Kapan harus mengucapkan tiga kata sakti “I love you”? Siapa yang harus memulainya? Dan kenapa ia begitu sulit di ucapkan?
say yes or no?Sekalipun Anda telah menghabiskan waktu sekian lama bersama orang yang dipuja, bahkan menghabiskan malam yang indah dan Anda tidak bisa berhenti berkata pada kawan bahwa ia adalah orangnya.

Setiap saat selalu teringat padanya, ia membuat Anda tertawa, hingga suatu saat Anda terbangun dan menyadari, Anda mencintainya.

Tapi kenapa sulit sekali mengatakan perasaan Anda menyayanginya, bahkan ketika Anda sudah dewasa. Jawabannya mudah, karena kita takut dengan penolakan.

Sederhananya, ketika Anda mengucap “aku sayang kamu”, Anda berharap mendengar perkataan yang sama. Ketika ucapan itu tidak keluar dari mulut pasangan, Anda terluka karena merasa ditolak.

Ketakutan ini bisa diatasi jika Anda paham bahwa tidak semua orang mudah untuk membalas pernyataan “I love you”. Kecuali pasangan berkata “saya tidak mencintai kamu”, besar kemungkinan diam berarti ia ragu dengan perasaannya atau memang belum merasakan sebesar yang Anda rasakan. Jika sudah begini, Anda tinggal mengatakan “biarkan saya tahu jika perasaan kamu berubah,”

Lalu kapan Anda mengucapkan kalimat ini?
Biarkan waktu berlalu dan Anda saling mengenal. Seiring kebersamaan, Anda bisa menilai dengan jelas apakah perasaan tersebut murni atau karena pesona sesaat. Kala nurani Anda mengkonfirmasi, sekarang saatnya, maka jangan ragu katakan “aku sayang padamu”. Hal ini berlaku untuk pria juga wanita.

Bagaimana jika terjadi kebalikannya, pasangan mengucapkan kalimat jitu ini pada Anda?
Jika Anda belum siap membalas, tidak salah jika Anda diam dan mengkomunikasikan alasan Anda. Apapun alasannya, komunikasikan dengan jujur. Hal ini jauh lebih baik daripada membohongi dirinya dan diri sendiri.

Jika Anda merasakan hal yang sama, jangan takut untuk berkata, “I love you too”.

sumber: http://blognyajose.blogspot.com/2010/11/waktu-yang-tepat-untuk-mengatakan-cinta.html

8 Mitos Hoax Seputar Penyakit HIV-AIDS



Hari AIDS Sedunia, setiap 1 Desember, diperingati untuk menumbuhkan kesadaran akan bahaya HIV/AIDS. Apalagi kasus penyakit HIV/AIDS di Indonesia tiap tahun makin meningkat. Menurut data Kementerian Kesehatan RI, dalam lima tahun terakhir terjadi peningkatan dalam penyebarannya. Pada 2005, tercatat 5.321 orang terinfeksi HIV dan AIDS sementara pada bulan September 2010 tercatat 22.726 orang.

HIV-AIDS bisa menular dengan 4 cara digambar ini

Agar informasi yang beredar tentang HIV/AIDS tidak menyesatkan dan tidak memunculkan prasangka dan stigma buruk terhadap ODHA (orang dengan HIV/AIDS), kenali mitos dan fakta seputar virus dan penyakit mematikan berikut ini, seperti dikutip dari about.com.

1. Orang yang baru didiagnosis HIV/AIDS akan segera meninggal
Fakta: Pendapat itu tidak sepenuhnya benar. Karena, orang yang telah terdiagnosis tertular HIV/AIDS, terbukti bisa hidup lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Pemakaian obat, program pengobatan yang baik, dan pemahaman yang lebih baik tentang virus ini memungkinkan mereka yang terinfeksi untuk hidup normal, sehat, dan tentunya tetap hidup produktif.

2. HIV/AIDS bisa disembuhkan lewat pengobatan alternatif
Fakta: Tak sedikit orang mengklaim mampu menyembuhkan secara alternatif. Tapi, kenyataannya sekarang ini belum ditemukan obat untuk mengalahkan HIV/AIDS. Jadi, hati-hati terhadap klaim atau penyembuhan mukjizat.

3. Dokter umum bisa mengobati HIV dan AIDS
Fakta: para ahli percaya bahwa dengan kompleksitas HIV dan AIDS, berarti hanya dokter spesialis kasus ini yang mampu merawat ODHA. Pastikan untuk memilih dokter tepat untuk merawat pasien HIV/AIDS secara teratur.

4. HIV/AIDS tidak bisa tertular lewat seks oral
Fakta: Sekali lagi, ini tidak benar dan ini mitos yang sangat berbahaya. Kondom harus tetap digunakan setiap kali melakukan hubungan seksual, anal, dan oral.

5. Mengidap HIV/AIDS tidak bisa punya anak
Fakta: Wanita yang hidup dengan HIV/AIDS tetap bisa hamil dan memiliki keturunan. Untuk mengurangi risiko penularan HIV, maka harus menjalani pengobatan untuk mengendalikan infeksi.

6. Usia di atas 50 tidak akan tertular HIV/AIDS
Fakta: Ini tidak benar, karena banyak kasus HIV/AIDS yang ditemukan pada usia di atas itu. Virus ini bisa menyerang segala usia.

7. Pasangan yang sama-sama kena HIV/AIDS, tak perlu pakai ‘pengaman’
Fakta: Tidak benar. Ahli menilai justru bila mereka tidak menggunakan kondom, bisa lebih
paran dan proses pengobatan menjadi lebih sulit.

8. HIV/AIDS hanya bisa menularkan kaum gay dan pengguna narkoba
Fakta: HIV/AIDS dapat menginfeksi siapa saja. Bahkan, bayi, wanita, manula di atas 50 tahun, remaja, kulit hitam, putih dan hispanik. Orang-orang yang memiliki perilaku berisiko HIV/AIDS tetap dapat terinfeksi.